Header Ads

Berakhirnya Pelarian Buron Nomor 1 Thailand


KDslot News - Pelarian Chaowalit Thongduang (37), buronan nomor 1 di Thailand berakhir sudah. Pria yang memiliki nama alias Sia Paeng Nanod ini ditangkap di Bali setelah 7 bulan melarikan diri.

Chaowalit merupakan narapidana di Thailand. Dia menjalani hukuman karena percobaan pembunuhan dan menghadapi berbagai tuntutan pidana lainnya, termasuk pembunuhan dan kepemilikan senjata api.

Chaowalit sempat jatuh sakit ketika dipenjara hingga ia dilarikan ke rumah sakit. Namun, pada 22 Oktober 2023, dia melarikan diri dari Rumah Sakit Maharaj Nakhon Si Thammarat setelah dibawa ke sana untuk perawatan gigi.

Polisi melacaknya hingga ke tempat persembunyiannya di pegunungan Banthad di Trang pada 8 November. Baku tembak pun terjadi tapi dia berhasil melarikan diri lagi ke daerah pegunungan yang melintasi Provinsi Phatthalung, Trang, dan Satun.

Meskipun terjadi perburuan besar-besaran, narapidana tersebut berhasil menghindari penangkapan. Belakangan dikabarkan, ia diyakini meninggalkan Thailand dengan speedboat dari Satun.

Pada 25 Desember, Chaowalit dijatuhi hukuman penjara seumur hidup secara in absentia karena percobaan pembunuhan. Hukuman tersebut bermula dari penembakan di sebuah restoran di Distrik Muang, Phatthalung, pada 9 September 2019.

Dia didakwa berkolusi dengan empat orang lain untuk mencoba membunuh seorang asisten pengadilan. Kelimanya dijatuhi hukuman seumur hidup.

Ditangkap di Bali
Setelah 7 bulan melarikan diri, Chaowalit akhirnya tertangkap. Paeng ditangkap di sebuah apartemen di Kecamatan Badung, Bali.

Melansir Bangkok Post, Perdana Menteri Srettha Thavisin mengkonfirmasi penangkapan tersebut menyusul pengarahan dari Menteri Kehakiman Tawee Sodsong di Gedung Pemerintah. Kolonel Pol Tawee bersama Kepolisian Thailand dijadwalkan hari ini tiba di Jakarta untuk menggelar konferensi pers bersama Polri.

"Saat video call, Chaowalit mengaku terpojok. Saya menyuruhnya masuk ke sistem peradilan dan saya akan menjamin keselamatannya," kata Kolonel Tawee, dilansir Bangkok Post, Jumat (31/5).

Kepala Divisi Hubinter Polri Irjen Krishna Murti membenarkan soal penangkapan Chaowalit ini. Namun Krishna belum memerinci terkait kronologi penangkapan karena kasus ini akan dirilis Polri bersama otoritas Thailand.

"Ya, benar. WN Thailand atas nama Chaowalit Thongduang, buron nomor 1 dari Thailand, berhasil ditangkap oleh Polri di Bali. Yang bersangkutan adalah buron otoritas Thailand. Untuk detailnya nanti akan disampaikan oleh Kabareskrim dalam rilis khusus bersama pihak Thailand," kata Irjen Krishna Murti, saat dihubungi wartawan, Jumat (31/5).

Chaowalit ditangkap Tim Divhubinter Polri yang dipimpin Kombes Audie S Latuheru, di Bali, pada Kamis (30/5). Pria yang memiliki nama alias Sia Paeng Nanod ini telah diterbangkan ke Jakarta dan tengah diinterogasi oleh tim gabungan di Bareskrim Polri.

"Yang bersangkutan saat ini masih diperiksa oleh tim gabungan Bareskrim Polri, Polda Sumut, dan Polda Bali untuk didalami apakah ada keterkaitan dengan jaringan di Indonesia," imbuhnya.

Pakai KTP Aceh Palsu
Informasi yang diperoleh detikcom, Chaowalit memegang kartu tanda penduduk (KTP) palsu atas nama Sulaiman, warga Aceh. Polda Sumatera Utara (Sumut) sendiri telah mengamankan dua orang WNI yang membantu pelarian Chaowalit.

"Dua orang diamankan di Polda Sumut yang memfasilitasi pelarian, termasuk membuatkan KTP Aceh palsu. Detailnya silakan tanyakan ke Polda Sumut," kata Kadivhubinter Polri Irjen Krishna Murti saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (31/5).

Selama di Indonesia, Paeng Nanod menggunakan KTP palsu. Dia mengaku bernama Sulaiman dan tinggal di Aceh.


Pacaran dengan Wanita WNI
Buron nomor 1 di Thailand, Chaowalit Thongduang alias Sia Paeng NanodSia Paeng Nanod, pernah mampir ke Medan sebelum akhirnya ditangkap di Bali. Selama di Medan, Chaowalit diketahui pernah berpacaran dengan seorang wanita berkewarganegaraan Indonesia.

"Informasi yang kami peroleh, yang bersangkutan pernah punya pacar cewek WNI," kata Kadivhubinter Polri Irjen Krishna Murti saat dihubungi KD Nusantara, Sabtu (1/6).

Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri mendapatkan permintaan dari otoritas Thailand untuk membantu melakukan pencarian terhadap Chaowalit setelah napi kasus penembakan itu terdeteksi kabur ke RI. Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh Divisi Hubinter Polri yang memerintahkan Kepala Bagian Kejahatan Internasional (Kabag Jianter) Divhubinter Polri Kombes Audie Latuheru untuk memimpin pencarian Chaowalit.

Tim Divhubinter Polri bekerja sama dengan Polda Sumatera Utara (Sumut) melakukan pencarian di wilayah Medan, Sumut. Sampai akhirnya, tim gabungan mengamankan seorang teman wanita Chaowalit di Medan pada 28 Mei 2024.

Komunikasi Pakai Google Translate
Informasi yang diperoleh detikcom, saat tinggal di Medan, Chaowalit diketahui menyewa dua kamar di sebuah apartemen. Satu kamar untuk dirinya dan satu kamar lainnya khusus disiapkan untuk teman wanitanya itu.

Karena keterbatasan komunikasi, Chaowalit dan wanita tersebut mengobrol menggunakan Google Translate. Chaowalit dan wanita tersebut dikenalkan oleh seseorang. Gembong narkoba Thailand ini juga mendapatkan KTP palsu dengan identitas 'Sulaiman' dari warga lokal.

kdslot luar biasa, kdslot paling mantab, kdslot online, kdslot terpercaya, kdslots







Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.